jika hidup adalah tentang pilihan maka semua manusia pasti punya pilihan, adakalanya manusia merasa tidak mempunyai pilihan atau bahkan mungkin dari semua pilihan yang ada adalah sesuatu yang bukan ia ingin kan jadi pilihan dianggap bukan sebuah pilihan, dalam bentuk apapun pilihan akan selalu ada yang nantinya harus kita jalani, begitu juga dengan aku manakala aku telah memilih pekerjaan diluar jalur pendidikan, awalnya aku menganggap ini bukanlah pilihan, namun jika selalu demikian aku akan menjadi manusia paling tidak bersyukur di dunia ini, pikiran ku bukanlah tanpa alasan, aku adalah calon guru yang diawal kartir ku aku bekerja dibidang marketing sungguh dunia ini sangat asing bagiku, sempat rasanya aku hampir putus asa tapi ini adalah pekerjaan pertama, yang hingga saat ini membuatku bersyukur adalah bahwa setidaknya aku bukan menjadi sarjana pengangguran, bahkan beberapa rekan dan sahabat mengatakan aku sebagai seseorang yang beruntung. ditengah susahnya mencarai lapangan pekerjaan sebelum wisuda aku bisa mendapatkan pekerjaan itu. dan ternyata ini tidaklah terlalu bururk di dunia ini aku menemukan kawan rekan kerja yang sangat kooperatif, sampai detik ini aku masih mensyukuri pilihanku hingga suatu saat aku bisa mendapatkan yang aku mau, aku masih ingin menjadi seorang guru, entah guru untuk sekolah formal ataupun kelak guru untuk anak-anak ku, jauh di dalam lubuk hatiku aku masih ingin menjadi seoerang guru.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s