IMG_9915

 

 

 

MAKALAH KIMIA ANORGANIK II

NIKEL,PALLADIUM DAN PLATINUM

 

Di susun oleh:

  1. 1.      Yuli Atriyanti                        (4301410003)
  2. 2.      Siti Munawaroh                    (4301410008)
  3. 3.      Helivia Elvandari                  (4301410013)

 

 

 

 

JURUSAN KIMIA

FAKLTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

2012

PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

Ekstraksi metalurgi adalah praktek menghapus logam berharga dari sebuah bijih dan pemurnian logam mentah yang diekstrak ke dalam bentuk murni. Metalurgiadalah seni dan ilmu pengetahuan untuk mendapatkan logam dari bijihnya dan pembuatan logam menjadi berbagai produk. Ruang lingkup metalurgi terbagi menjadi dua bagian yaitu mineral processing dan metal processing. Mineral processing yaitu perlakuan bijih untuk mendapatkan logam atau konsentrat mineral. Sedangkan metal processing yaitu pembuatan produk dari logam.

Adapun proses-proses dari ekstraksi metalurgi / ekstraksi logam itu sendiri antara lain adalah pyrometalurgy (proses ekstraksi yang dilakukan padatemperatur tinggi), hydrometalurgy (proses ekstraksi yang dilakukan pada temperatur yang relatif rendah dengan cara pelindian dengan media cairan), dan electrometalurgy (proses ekstraksi yang melibatkan penerapan prinsip elektrokimia, baik pada temperatur rendah maupun pada temperatur tinggi).

Salah satu bahan galian yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi yaitu Nickel yang merupakan baja nirkarat yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.serta memahami unsur logam transisi seperti platina dan paladium

TUJUAN

  • Supaya mahasiswa bisa memahami,mengerti dan mampumembedakan antara logan transisi golongan 10 yaitu nikel,platina,dan palladium.
  • Supaya mahasiswa memahami sifat-sifat fisika dan kimia dari logam golongan 10
  • Agar mahasiswa mengetahui lebih mendalam tentang pemanfaatan logamgolongan 10 (nikel,palladium danplatina)

PEMBAHASAN

  1. NIKEL
  1. A.    Pengertian Nikel

Nikel ditemukan oleh A. F. Cronstedt pada tahun 1751. Nikel adalah unsur kimia metalik dalam tabel periodik yang memiliki simbol Ni dan nomor atom 28. Nikel mempunyai sifat tahan karat. Dalam keadaan murni, nikel bersifat lembek, tetapi jika dipadukan dengan besi, krom, dan logam lainnya, dapat membentuk baja tahan karat yang keras. Perpaduan nikel, krom dan besi menghasilkan baja tahan karat (stainless steel) yang banyak diaplikasikan pada peralatan dapur (sendok, dan peralatan memasak), ornamen-ornamen rumah dan gedung, serta komponen industri.

  1. B.     Karakteristik, Sifat Fisik, dan Sifat Kimia Nikel
  2. Karakteristik
No. Karakteristik Keterangan Umum
1. Nama Nikel
2. Lambang Ni
3. Nomor Atom 28
4. Deret Kimia Logam Transisi
5. Golongan VIII B
6. Periode 4
7. Blok d
8. Penampilan Kemilau, Metalik
9. Massa 58.6934(2) g/mol
10. Konfigurasi Elektron [Ar] 3d8 4s2
11. Jumlah Elektron Tiap Kulit 2, 8, 16, 2
  1. Sifat Fisik
Fase Padat
Massa Jenis (sekitar suhu kamar) 8,908 g/cm³
Massa Jenis cair pada titik lebur 7,81 g/cm³
Titik Lebur 1728 K
(1455 °C, 2651 °F)
Titik Didih 3186 K
(2913 °C, 5275 °F)
Kalor Peleburan 17,48 kJ/mol
Kalor Penguapan 377,5 kJ/mol
Kapasitas Kalor (25 °C) 26,07 J/(mol·K)

– logam putih keperak-perakan yang berkilat, keras

– dapat ditempa dan ditarik

– feromagnetik

c. Sifat Kimia

– Pada suhu kamar nikel bereaksi lambat dengan udara

– Jika dibakar, reaksi berlangsung cepat membentuk oksida NiO

– Bereaksi dengan Cl2 membentuk Klorida (NiCl2)

– Bereaksi dengan steam H2O membentuk Oksida NiO

– Bereaksi dengan HCl encer dan asam sulfat encer, yang reaksinya berlangsung lambat

– Bereaksi dengan asam nitrat dan aquaregia, Ni segera larut

Ni + HNO3 → Ni(NO3)2 + NO + H2O

– Tidak beraksi dengan basa alkali

– Bereaksi dengan H2S menghasilkan endapan hitam

  1. C.    Persenyawaan Nikel

Sebagian besar senyawa kompleks nikel mengadopsi struktur geometri oktahedron, hanya sedikit mengadopsi geometri tertrahedron dan bujursangkar. Ion heksaakuanikel (II) berwarna hijau; penambahan amonia menghasilkan ion biru heksaaminanikel (II) menurut persamaan reaksi :

[Ni(H2O)6]2+ (aq) + 6NH3 (aq) → [Ni(NH3)6]2+ (aq) + 6H2O (l)

Hijau                                                   Biru

Penambahan larutan ion hidroksida ke dalam larutan garam nikel (II) menghasilkan endapan gelatin hijau nikel (II) hidroksida menurut persamaan reaksi;

[Ni(H2O)6]2+ (aq) + 2OH → [Ni(OH)2] (s) + 6H2O (l)

Seperti halnya kobalt (II), kompleks yang lazim mengadopsi geometri tertrahedron yaitu halida, misalnya ion tertrakloronikelat (II) yang berwarna biru. Senyawa kompleks ini terbentuk dari penambahan HCl pekat ke dalam larutan garam nikel (II) dalam air menurut persamaan reaksi ;

[Ni(H2O)6]2+ (aq) + 4Cl (aq) → [NiCl4]2- (aq) + 6H2O (l)

Hijau                                                   Biru

Senyawa kompleks nikel (II) bujursangkar yang umum dikenal yaitu ion tetrasianonikelat (II). [NiCl4]2-,  yang berwarna kuning, dan bis (dimetilglioksimato) nikel (II), [Ni(C4N2O2H7)2] yang berwarna merah pink. Warna yang karakteristik pada kompleks yang di kedua ini merupakan reaksi penguji terhadap ion nikel (II) ; senyawa kompleks ini dapat diperoleh dari penambahan larutan dimetilglikosim (C4N2O2H8 = DMGH) ke dalam larutan nikel (II) yang dibuat tepat basa dengan penambahan amonia menurut persamaan reaksi ;

[Ni(H2O)6]2+ (aq) + 2DMGH (aq) + 2OH

[Ni(DMG)2] (s) + 8H2O (l)

  1. D.    Sumber dan Pembentukan Bijih Nikel
  2. Bijih nikel yang utama:

• Millerit, NiS

• Smaltit (Fe,Co,Ni)As

• Nikolit (Ni)As

• Pentlandite (Ni, Cu, Fe)S

• Garnierite (Ni, Mg)SiO3.xH2O

Nikel berwujud secara gabungan dengan belerang dalam millerite, dengan arsenik dalam galian niccolite, dan dengan arsenik dan belerang dalam (nickel glance). Nikel juga terbentuk bersama-sama dengan kromit dan platina dalam batuan ultrabasa seperti peridotit, baik termetamorfkan ataupun tidak. Terdapat dua jenis endapan nikel yang bersifat komersil, yaitu: sebagai hasil konsentrasi residu silica dan pada proses pelapukan batuan beku ultrabasa serta sebagai endapan nikeltembaga sulfida, yang biasanya berasosiasi dengan pirit, pirotit, dan kalkopirit.

Pada pelapukan kimia khususnya, air tanah yang kaya akan CO2 berasal dari udara dan pembusukan tumbuh-tumbuhan menguraikan mineral-mineral yang tidak stabil (olivin dan piroksin) pada batuan ultra basa, menghasilkan Mg, Fe, Ni yang larut. Si cenderung membentuk koloid dari partikel-partikel silika yang sangat halus. Di dalam larutan, Fe teroksidasi dan mengendap sebagai ferri-hydroksida, akhirnya membentuk mineral-mineral seperti geothit, limonit, dan haematit dekat permukaan. Bersama mineral-mineral ini selalu ikut serta unsure cobalt dalam jumlah kecil. Larutan yang mengandung Mg, Ni, dan Si terus menerus kebawah selama larutannya bersifat asam, hingga pada suatu kondisi dimana suasana cukup netral akibat adanya kontak dengan tanah dan batuan, maka ada kecenderungan untuk membentuk endapan hydrosilikat. Nikel yang terkandung dalam rantai silikat atau hydrosilikat dengan komposisi yang mungkin bervariasi tersebut akan mengendap pada celahcelah atau rekahan-rekahan yang dikenal dengan urat-urat garnierit (Ni, Mg)SiO3.xH2O.

b. Proses Penambangan dan Pengolahan Nikel.

1) Proses Penambangan Nikel

Operasi penambangan nikel sebagai tambang terbuka dengan tahapan sebagai berikut:

• Pengeboran, pada jarak spasi 25 – 50 meter untuk mengambil sample batuan dan tanah untuk mendapatkan gambaran kandungan nikel yang terdapat di wilayah tersebut.

• Pembersihan dan pengupasan, lapisan tanah penutup setebal 10– 20 meter yang kemudian dibuang di tempat tertentu ataupun dipakai langsung untuk menutupi suatu wilayah purna tambang.

• Penggalian, lapisan bijih nikel yang berkadar tinggi setebal 5-10 meter dan dibawa ke stasiun penyaringan.

• Pemisahan, bijih di stasiun penyaringan berdasarkan ukurannya. Produk akhir hasil penyaringan bijih tipe Timur adalah -6 inci, sedangkan produk akhir bijih tipe Barat adalah – 4/-2 inci.

• Penyimpanan, bijih yang telah disaring di suatu tempat tertentu untuk pengurangan kadar air secara alami, sebelum dikonsumsi untuk proses pengeringan dan penyaringan ulang di pabrik.

• Penghijauan, lahan-lahan purna tambang. Dengan metode open cast mining yang dilakukan sekarang, dimana material dari daerah bukaan baru, dibawa dan dibuang ke daerah purna tambang, untuk selanjutnya dilakukan landscaping, pelapisan dengan lapisan tanah pucuk, pekerjaan terasering dan pengelolaan drainase sebelum proses penghijauan/penanaman ulang dilakukan.

2)      Pengolahan Nikel

Proses pengolahan dilakukan untuk menghasilkan nikel matte yaitu produk dengan kadar nikel di atas 75 persen. Tahap-tahap utama dalam proses pengolahan adalah sebagai berikut:

• Pengeringan di Tanur Pengering, bertujuan untuk menurunkan kadar air bijih laterit yang dipasok dari bagian Tambang dan memisahkan bijih yang berukuran +25 mm dan – 25 mm.

• Kalsinasi dan Reduksi di Tanur Pereduksi, untuk menghilangkan kandungan air di dalam bijih, mereduksi sebagian nikel oksida menjadi nikel logam, dan sulfidasi.

• Peleburan di Tanur Listrik, untuk melebur kalsin hasil kalsinasi/reduksi sehingga terbentuk fasa lelehan matte dan terak.

• Pengkayaan di Tanur Pemurni, untuk menaikkan kadar Ni di dalam matte dari sekitar 27 persen menjadi di atas 75 persen.

• Granulasi dan Pengemasan, untuk mengubah bentuk matte dari logam cair menjadi butiran-butiran yang siap diekspor setelah dikeringkan dan dikemas.

  1. E.     Penggunaan Nikel

Karena sifatnya yang fleksibel dan mempunyai karakteristik-karakteristik yang unik seperti tidak berubah sifatnya bila terkena udara, ketahanannya terhadap oksidasi dan kemampuannya untuk mempertahankan sifat-sifat aslinya di bawah suhu yang ekstrim, nikel lazim digunakan dalam berbagai aplikasi komersial dan industri. Nikel terutama sangat berharga untuk fungsinya dalam pembentukan logam campuran (alloy dan superalloy), terutama baja tidak berkarat (stainless steel). Sekitar 70% dari produksi nikel digunakan untuk produksi stainless steel, sementara sisanya digunakan untuk berbagai penggunaan industri seperti baterai, baja campuran rendah, campuran berbasis logam nikel, campuran berbasis tembaga, electroplating elektronika, aplikasi industri pesawat terbang, dan berbagai macam produk lain seperti katalis dan turbin pembangkit listrik bertenaga gas.

Beberapa pengunaan nikel diantaranya yaitu :

– Nikrom : 60% Ni, 25% Fe, dan 15% Cr : pembuatan alat-alat laboratorium (tahan asam), kawat pada alat pemanas.

– Alnico (Al, Ni, Fe dan Co) : sebagai bahan pembuat magnet yang kuat.

– Elektroplating (pelapisan besi, tembaga : [Ni(NH3)6]Cl2, [Ni(NH3)6]SO4).

– Serbuk nikel sebagai katalis seperti pada adisi H2 dalam proses pembuatan mentega, juga pada cracking menyak bumi.

– Bata alloy :3-5 % Ni + logam lain (keras, elastis).

– Platinit : baja dengan kandungan 46% Ni yang mempunyai muai yang sama dengan gelas dan invar : baja dengan kadar nikel 35% dengan sedikit Mn dan C. Digunakan sebagai kawat listrik yang ditanam dalam kaca seperti pada bohlam lampu pijar.

– Monel : 60% Ni dan 40% Cu : bahan pembuatan uang logam, instrumen tranmisi

listrik, dan baling-baling kapal laut.

  1. F.     Manfaat Nikel
  • Nikel digunakan antara lain dalam produk-produk industri dan konsumen, temasuk stainless steel, magnet, mata uang, baterai isi ulang, string gitar listrik dan alloy khusus.
  • Nikel digunakan secara besar-besaran untuk pembuatan baja tahan Karat dan alloy lain yang bersifat tahan korosi, seperti Invar,Monel,dan Hastelloys.Alloy tembaga-nikel berbentuk tabung banyak digunakan untuk pembuatan instalasi proses penghilangan garam untuk mengubah air laut menjadi air segar.
  • Nikel digunakan pula dalam industri keramik.
  • Nikel yang sangat halus, digunakan sebagai katalis untuk menghidrogenasi minyak sayur (menjadikannya padat).
  • Pembuatan magnet elnico.
  • Baterai Penyimpanan Edison.
  • Koin 5 sen Amerika mengandung 75% Cu dan 25% Ni, di kanada Nikel digunakan antara 1922-1981 dengan kandungan 99,99% dan magnetic lain, di Negara lain ada juga yang menggunakan nikel untuk mata uang koin.
  1. PALADIUM
  1. A.    Pengertian  Paladium

Paladium adalah suatu unsur kimia dengan simbol kimia Pd dan nomor atom 46. Ini adalah logam perak-putih yang langka dan berkilau ditemukan pada tahun 1803 oleh William Hyde Wollaston. Dia bernama setelah asteroid Pallas, yang itu sendiri bernama setelah julukan Athena dewi Yunani, diakuisisi oleh ketika dia membunuh Pallas. Paladium, platinum, rhodium, ruthenium, iridium dan osmium membentuk sekelompok elemen disebut sebagai kelompok logam platinum (PGMs). Ini memiliki sifat kimia yang mirip, namun paladium memiliki titik leleh terendah dan adalah yang paling padat dari mereka.

 

  1. B.     Karakteristik, Sifat Fisik, dan Sifat Kimia Paladium
  2. Karakteristik
No. Karakteristik Keterangan Umum
1. Nama Palladium
2. Lambang Pd
3. Nomor Atom 46
4. Deret Kimia Logam Transisi
5. Golongan VIII B
6. Periode 5
7. Blok d
8. Penampilan Logam Putih Keperakan
9. Massa 106.42(1) g/mol
10. Konfigurasi Elektron [Kr]4d10
11. Jumlah Elektron Tiap Kulit 2, 8, 18, 18, 0
  1. Sifat Fisik
Fase Padat
Massa Jenis (sekitar suhu kamar) 12.023 g/cm³
Massa Jenis cair pada titik lebur 10.38 g/cm³
Titik Lebur 1828.05 K
(1554.9 °C, 2830.82 °F)
Titik Didih 3236 K
(2963 °C, 5365 °F)
Kalor Peleburan 16.74 kJ/mol
Kalor Penguapan 362 kJ/mol
Kapasitas Kalor (25 °C) 25.98 J/(mol·K)

Unsur ini adalah logam putih  seperti baja, tidak mudah kusam di udara, dengan kerapatan dan titik cair paling rendah di antara logam grup platina. Ketika ditempelkan, paladium bersifat lunak dan bisa ditempa; suhu rendah meningkatkan kekuatan dan kekerasannya. Paladium dilarutkan dengan asam nitrat dan asam sulfat.

  1. Sifat Kimia
  • Paladium asetat diperoleh sebagai kristal coklat bilamana busa Pd dilarutkan dalam asam asetat yang mengandung HNO3, ia adalah trimer [Pd(CO2Me)2]3
  • Ion palladium Pd2+ , terdapat dalam PdF2. Ion aquo Pd(H2O)4 2+ adalah spin berpasangan dan kompleks Pd adalah diamagnetik.
  • Garam coklat yang mudah mencair di udara seperti [Pd(H2O)4](ClO4)2 dapat diperoleh bilamana Pd dilarutkan dalam HNO3 atau PdO dalam HClO4.
  • Bereaksi lambat dengan asam kuat panas.

 

  1. C.    Manfaat Paladium
  • Paladium yang sangat halus adalah katalis yang baik dan digunakan untuk proses hidrogenasi dan dehidrogenasi.
  • Digunakan dalam campuran alloy untuk perhiasan yang diperdagangkan.
  • Emas putih adalah alloy emas yang diawawarnakan dengan penambahan paladium.
  • Seperti emas, paladium dapat dibentuk menjadi lembaran setipis 1/250000 inch. Logam ini digunakan dalam dunia kedokteran gigi, pembuatan jam, pembuatan alat-alat bedah, dan kontak listrik
  1. PLATINA
  1. A.    Sejarah Platina

Nama Platinum berasal dari bahasa Spanyol yaitu platina del Pinto, yang kemudian diartikan” perak kecil dari Sungai Pinto” .Platinum terjadi secara alami dalam pasir aluvial dari berbagai sungai, meskipun hanya ada sedikit bukti bahwa telah digunakan oleh orang pada zaman dahulu. Namun, logam digunakan oleh pra-Columbus Amerika berdekatan dengan kota modern Esmeraldas, Ekuador untuk menghasilkan artifak dari sebuah platinum paduan dari emas dan putih. Pertama kali Eropa menemukan platinum pada tahun 1557 , dengan menulis huruf Italia , seorang pria bernama Scaliger Julius Caesar menulis suatu deskripsi dari logam mulia yang tidak diketahui dan ditemukan di antara kota Darien dan Meksiko, “suatu logam mulia yang tidak dapat dicairkan dengan api.”

Pada tahun 1741, Charles Wood, seorang pria tukang masak logam dari Inggris, menemukan berbagai contoh dari platinum Kolombia di Jamaika, yang ia dikirim ke William Brownrigg untuk penyelidikan lebih lanjut. Antonio de Ulloa, yang juga salah satu tokoh penemu platinum, kembali ke Spanyol dari “Misi geodesic Perancis” di tahun 1746 setelah delapan tahun. Ulloa juga berparsitipasi dalam penemuan tambang platinum. Setelah mempublikasikan hasil laporannya pada tahun 1748, Ulloa tidak meneruskan untuk menyelidiki logam baru. Pada tahun 1758, dia dikirim ke Huancavelica untuk mengamati merkuri operasi pertambangan

Pada tahun 1750, setelah mempelajari platinum, Wood mengirim pemberian Brownrigg yaitu sebuah laporan tentang logam yang disajikan secara rinci ke Royal Society, yang menyebutkan bahwa ia telah melihat sesuatu yang tidak disebutkan dalam laporan sebelumnya yang sekarang dikenal dengan sebutan mineral. Brownrigg juga membuat catatan dari titik lebur platinum yang sangat tinggi dan sukar dikembalikan ke bentuk semula terhadap boraks. Ahli kimia yang lain di seluruh Eropa segera mulai mempelajari platinum, termasuk Torbern Bergman, Jöns Jakob Berzelius, William Lewis, dan Pierre Macquer. Pada tahun 1752, Henrik Scheffer memberitahukan sebuah deskripsi ilmiah tentang laporan detail dari logam, yang disebut sebagai “emas putih”, termasuk tentang sebuah laporan cara dia berhasil dalam menyatukan bijih platina dengan bantuan arsenik (sejenis zat kimia yang larut dalam air dan beracun) . Scheffer mendiskripsikan platinum sebagai logam yang kurang lentur daripada emas,tetapi kekuatan ketahanan terhadap korosinya sama dengan emas.

Carl von platina Sickingen juga meneliti platinum secara ekstensif pada tahun 1772 dia berhasil membuat lentur platinum dengan memadukan Platinum dengan emas, yang larut dalam paduan aqua regia, sehingga menimbulkan platinum dengan amonium klorida, membakar chloroplatinate ammonium dan memukul halus hasilnya dengan baik sehingga platina dapat membuatnya menyatu. Franz Karl Sindrom Achard membuat wadah platinum pertama pada tahun 1784. Dia bekerja dengan platinum oleh laporan platina dengan arsenik, kemudian mengubah arsenik.
Pada tahun 1786, Charles III dari Spanyol menyediakan sebuah perpustakaan dan laboratorium kepada Pierre-François Chabaneau untuk membantu dalam penelitiannya terhadap platinum. Chabaneau berhasil mengeluarkan berbagai kotoran dari bijih, termasuk emas, merkuri, timah, tembaga, dan besi. Ini membuatnya percaya bahwa ia sedang bekerja dengan satu logam, tetapi sebenarnya masih berisi bijih besi yang belum ditemukan oleh kelompok platinum logam. Hal ini menyebabkan hasilnya menjadi tidak konsisten dalam percobaan. Suatu saat platinum tampak lunak, tetapi ketika dipadukan dengan iridium, platinum tersebut akan menjadi jauh lebih rapuh. Kadang-kadang logam sepenuhnya tahan api, tapi ketika dipadukan dengan osmium, platinum tersebut akan menguap. Setelah beberapa bulan, Chabaneau berhasil memproduksi 23 kilogram murni, platinum lentur dengan memukul dan menekan bentuk spons sehingga putih dan panas. Chabeneau menyadari bahwa infusibility dari platinum akan meminjamkan nilai kepada benda-benda yang terbuat dari itu, dan juga memulai bisnis dengan Cabezas Joaquín untuk memproduksi batang baja dan peralatan dari platinum. Sehingga dimulailah “zaman platinum” di Spanyol.

 

  1. B.     Karakteristik, Sifat Fisik, dan Sifat Kimia Platina
  2. Karakteristik
No. Karakteristik Keterangan Umum
1. Nama Platina
2. Lambang Pt
3. Nomor Atom 78
4. Deret Kimia Logam Transisi
5. Golongan VIII B
6. Periode 6
7. Blok d
8. Penampilan Putih Keabu-abuan
9. Massa 195.084(9) g/mol
10. Konfigurasi Elektron [Xe] 4f14 5d9 6s1
11. Jumlah Elektron Tiap Kulit 2, 8, 18, 32, 17, 1

 

  1. Sifat Fisik
Fase padat
Massa Jenis (sekitar suhu kamar) 21.45 g/cm³
Massa Jenis cair pada titik lebur 19.77 g/cm³
Titik Lebur 2041.4 K
(1768.3 °C, 3214.9 °F)
Titik Didih 4098 K
(3825 °C, 6917 °F)
Kalor Peleburan 22.17 kJ/mol
Kalor Penguapan 469 kJ/mol
Kapasitas Kalor (25 °C) 25.86 J/(mol·K)
  1. Sifat Kimia
  • Semua kompleks Pt adalah diamagnetik. Kompleks-kompleks platina(II) adalah segiempat atau terkoordinasi lima dengan rumus ML42+, ML52+, ML3X+, cis– dan trans– ML2X2, MX4-, ML3X2, dimana L adalah ligan netral dan X adalah ion uninegatif.
  • Platina (IV) membentuk banyak kompleks oktahedral yang inert secara termal dan kinetik, dari yang kationik seperti [Pt(NH3)6Cl4] sampai yang anionik seperti K2(PtCl6).
  • Asam kloroplatinat adalah suatu garam oksonium, (H3O)2PtCl6. Ia dibentuk sebagai kristal jingga bilamana larutan Pt dalam air raja atau dalam HCl jenuh dengan klor, diuapkan.
  • Platina dapat menyerap gas hydrogen, tahan karat, tahan asam, kecuali oleh aqua-regia, dapat rusak oleh halogen, belerang, senyawa sisnida, dan basa kuat.
  1. C.    Ekstraksi Platina

Ekstraksi unsure Pt merupakan lanjutan pengolahan bijih nikel, biasanya mineral sulfide. Bijih nikel yang memiliki nilai komersil untuk diolah unsure platinanya adalah bijih nikel yang mengandung kadar PGM sekitar 20 gr/ton.

Untuk memisahkan konsentrat PGM harus melalui proses pembentukan aqueous solution yaitu Dissolution dengan Aqua Regia

Reaksi yang terbentuk

8HCl + 2NH3 + Pt   H2PtCl6+ 4H2O + 2NOCl

Laju dissolusi tertinggi pada boiling point aqua regia. Metode aqua regia ini lebih banyak digunakan pada compact metallic platina.

Setelah itu dihasilkan solution yang mengandung unsure Au, Pt dan Pd. Unsur Au dapat dipisahkan dengan FeSO4 dan menghasilkan endapan Au. Reduction Agent lain yang ditambahkan dalam proses reduksi ini antara lain : oxalic acid, sulfur dioxide dan ascorbic acid.

Pada proses reduksi dengan Fe (II), menghasilkan larutan Pt(IV) dan Pd (II). Sebelum diendapkan dengan NH4Cl, unsure Pt harus ada dalam keadaan Pt(IV). Unsur Pt(II) harus dioksidasi dengan menggunakan klorin yang didihkan. Hasil proses endapan ini adalah endapan (NH4)2[PtCl6]

Unsur Pt dalam bentuk (NH4)2[PtCl6] purifikasi bentuk tersebut dapat dilakukan dengan pengkristalan pada air. Tetapi metode tersebut akan menghasilkan kadar logam yang rendah sehingga harus menggunakan volume (NH4)2[PtCl6] yang besar. Endapan (NH4)2[PtCl6] dipanaskan hingga temperature di atas 100 C pada tekanan yang tinggi. Namun, semakin tinggi suhu dan semakin waktu pemanasan akan menurunkan solubilitas.

  1. D.    Kesenyawaan Platina

Oksidasi Platinum paling umum digunakan yaitu +2, dan 4. Sedangkan +1 dan oksidasi +3 kurang umum digunakan, dan biasanya sering distabilkan oleh ikatan logam bimetal (atau polymetallic) spesies. Senyawa tetracoordinate platinum (II) cenderung mengadopsi planar persegi geometri. Sementara elemen platinum umumnya tidak reaktif, larut dalam aqua regia untuk melarutkan asam hexachloroplatinic ((NH4)2[PtCl6], secara resmi (H3O)2 PtCl6 • nH2O) Pt + 4HNO3 + 6HCl → H2PtCl6 + 4 NO2 + 4 H2O

Senyawa tersebut memiliki berbagai aplikasi dalam fotografi, lukisan seng, tinta, plating, cermin, porselin pewarna, dan sebagai katalisis.

Pengobatan dari asam Hexachloroplatinic dengan garam amonium, seperti amonium klorida, membuat amonium hexachloroplatinate menjadi mudah larut dalam larutan amonium. Memanaskan garam amonium dengan memakai hidrogen untuk mengurangi unsur platina. Platinum sering terisolasi dari bijih dan didaur ulang. Kalium hexachloroplatinate juga larut seperti itu,sehingga asam telah digunakan dalam penentuan ion kalium oleh Gravimetri.
Ketika asam hexachloroplatinic dipanaskan, platina terurai melalui platinum (IV) klorida dan platinum (II) klorida untuk unsur platina, meskipun tidak terjadi reaksi yang bertahap dengan jelas.
• (H3O)2PtCl6 • nH2O(H3O)2PtCL6 • nH2OPtCl4 + 2HCl + (n+2) H2O PtCl4 + 2HCl + (n+2) H2O

  • • PtCl4 PtCl2 + Cl2
  • • PtCl2 Pt + Cl2

Semua dari tiga reaksi tersebut dapat kembali lagi. Platinum (II) dan platinum (IV) bromida yang sering disebutkan. Platinum heksafluorida oksidator yang kuat yang mampu mengoksidasi oksigen.

Platinum (IV) oksida, PtO2, juga dikenal sebagai Katalis Adam, berbentuk hitam bubuk yang larut dalam larutan KOH dan asam pekat. PtO2 dan sedikit PtO kedua membusuk setelah pemanasan. Platinum ( II, IV) oksida, Pt3O4, adalah terbentuk pada reaksi berikut:
2Pt2+ + Pt4+ + 4O2− → Pt3O4

Platinum juga membentuk sebuah trioksida, yang sebenarnya terdapat pada bilangan oksidasi +4.

Tidak seperti asetat paladium, platinum (II) asetat yang tidak tersedia secara komersial, Halida telah digunakan bersama dengan natrium asetat. Penggunaan dari platinum (II) acetylacetonate juga telah dilaporkan.

Garam Zeise , berisi etilena ligan, adalah salah satu senyawalogam organ pertama yang ditemukan. Dikloro (cycloocta-1 ,5-diena) platinum (II) adalah olefin yang tersedia secara komersial, yang berisi dengan mudah menggantikan cod ligan ( “cod” merupakan singkatan dari 1,5-cyclooctadiene). Cod kompleks dan halida berada pada titik awal untuk platinum kimia. Sebagai asam lembut, platinum memiliki afinitas yang besar untuk belerang, seperti pada DMSO; banyak DMSO kompleks yang telah dilaporkan dan harus berhati-hati dalam memilih reaksi pelarut.

Cisplatin, atau cis-diamminedichloroplatinum (II) adalah yang pertama dari serangkaian planar persegi platinum (II)-yang mengandung obat kemoterapi, termasuk carboplatin dan oxaliplatin. Senyawa ini mampu menyilang DNA dan membunuh sel-sel dengan jalur serupa untuk agen kemoterapi.

Beberapa barium platinides telah disintesis, di mana pameran platinum oksidasi negatif mulai dari -1 ke -2.. Ini termasuk BaPt, Ba3Pt2, dan Ba2Pt. Caesium platinide, Cs2Pt, telah terbukti mengandung Pt2- anion. Platinum juga menunjukkan oksidasi negatif pada permukaan dikurangi secara elektrokimiawi . oksidasi negatif yang ditunjukkan oleh platinum, yang tidak biasa bagi elemen logam, diyakini karena stabilisasi relativistik dari orbital 6s.

  1. E.     Manfaat Platina
  2. Platina bermanfaat untuk perhiasan.

Platina oleh kebanyakan orang digunakan untuk perhiasan pernikahan (cincin,kalung,gelang,dll.) dan juga sebagai pengganti emas bagi cincin pernikahan laki-laki, karena menurut islam laki-laki dilarang memakai emas.

  1. 2.  Platina bermanfaat untuk peralatan laboratorium.

Platina yang digunakan di laboratorium yaitu krusibel platina.

  1. platina bermanfaat untuk kontak listrik dan elektroda.

Sistem pengapian mobil-mobil modern tak lepas dari  perkembangan teknologi sistem pengapian pada mobil jadul alias masih menggunakan platina sebagai plat kontak untuk menghubungkan dan memutus aliran listrik primer koil agar terjadi induksi/GGL pada sekunder yang berupa listrik tegangan tinggi untuk mensuplai busi agar memercikkan bunga api.

  1. 4.  Platina bermanfaat untuk peralatan dokter gigi.

Platina biasanya dalam peralatan dokter gigi digunakan untuk membuat gigi platina,dll.

  1. Platina bermanfaat untuk studi temperatur dan tekanan tinggi.

Titik leleh platinum, 1768,3 OC, jauh lebih tinggi dibanding emas, hampir dua kalinya. Ini yang membuat platinum merupakan bahan favorit di laboratorium untuk studi temperatur dan tekanan tinggi.

  1. 6.   Platina bermanfaat untuk peralatan kontrol emisi mobil.

Kebanyakan platina digunakan untuk menghasilkan konvertor katalitis di (dalam) mobil melelahkan/menuntaskan sistem. Gol akan membatasi bahan-kimia yang yang smog-producing yang datang dari terbakar bensin.

  1. Platina bermanfaat untuk pembuatan harddisk komputer.

Platinum banyak digunakan dalam pembuatan hard disk saat ini, karena hard disk akan lebih tahan lama.

  1. Platina bermanfaat untuk terapi kanker.

Platinum merupakan bahan non-organik yang dapat digunakan untuk terapi kanker. Cisplatin atau  cisplatinum (cis-diamminedichloridoplatinum(II), CDDP) merupakan kemoterapi yang berbasiskan platina. Biasanya, Cisplatin digunakan dalam terapi kanker seperti , sarcoma, carcinoma (misalnya, kanker paru-paru dan kanker ovarium), lymphoma dan sel tumor.

  1. Platina bermanfaat untuk alat kedokteran.

Platinum bersifat hypoallergic. Platinum merupakan satu-satunya logam yang cocok sebagai elektroda untuk alat pemicu jantung (heart pacemakers). Selain itu, banyak dalam kasus patah tulang, tulang disambung menggunakan platinum.

SIMPULAN

  1. Nikel mempunyai sifat tahan karat. Dalam keadaan murni, nikel bersifat lembek, tetapi jika dipadukan dengan besi, krom, dan logam lainnya, dapat membentuk baja tahan karat yang keras
  2. Sekitar 70% dari produksi nikel digunakan untuk produksi stainless steel, sementara sisanya digunakan untuk berbagai penggunaan industri
  3. Paladium adalah suatu unsur kimia dengan simbol kimia Pd dan nomor atom 46. Ini adalah logam perak-putih yang langka dan berkilau
  4. Palladium merupakan logam inert yang sering dimanfaatkan sebagi katalis
  5. platinum sebagai logam yang kurang lentur daripada emas,tetapi kekuatan ketahanan terhadap korosinya sama dengan emas.
  6. Platinum merupakan logam golongan transisi terjadi secara alami dalam pasir aluvial

DAFTAR PUSTAKA

Brady, James E. 1994. Kimia Universitas Asas dan Struktur, terj. Edisi ke-5. Jilid 1. Jakarta: Erlangga.

http://bersamafebri.blogspot.com/2009/04/nikel.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Nikel

http://id.wikipedia.org/wiki/Palladium

http://id.wikipedia.org/wiki/Platinum

http://prof-chem.blogspot.com/2012/04/golongan-8.html

http://silfiaemilda.blogspot.com/2011/05/anorganik.html

http://www.chem-is-try.org/tabel_periodik/nikel

http://www.chem-is-try.org/tabel_periodik/palladium

http://www.chem-is-try.org/tabel_periodik/platinum

http://www.docstoc.com/docs/32253789/karakteristik-nikel

Keenan, Charles W., Donald C. Kleinfelter, dan Jesse H. Wood.1986. Kimia untuk Universitas, terj. Edisi ke-6. Jilid 2. Jakarta: Erlangga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s